karyalokart.com

Brand Mulai Punya Website Sendiri, Tidak Hanya Bergantung pada Marketplace

Dulu, banyak bisnis merasa cukup hanya berjualan di marketplace. Produk diunggah, customer mencari, lalu transaksi terjadi di dalam platform tersebut. Cara ini memang praktis, apalagi untuk bisnis yang baru mulai.

Namun sekarang, banyak brand mulai sadar bahwa marketplace bukan satu-satunya tempat untuk berjualan. Beberapa brand, termasuk di industri kosmetik, skincare, fashion, makanan, hingga jasa, mulai membangun website resmi mereka sendiri.

Bukan karena marketplace sudah tidak penting. Marketplace tetap berguna untuk menjangkau pembeli. Tetapi website sendiri memberikan sesuatu yang tidak dimiliki marketplace: kendali penuh atas brand, tampilan, promosi, data customer, dan pengalaman belanja.

Strategi seperti ini dikenal sebagai Direct-to-Consumer (DTC), yaitu ketika brand menjual produk langsung kepada customer melalui kanal milik sendiri, seperti website resmi.

Marketplace Ramai, Tapi Brand Bisa Tenggelam

Di marketplace, produk Anda bersaing langsung dengan ratusan bahkan ribuan produk lain. Customer bisa membandingkan harga, rating, promo, hingga ongkir hanya dalam beberapa detik.

Akibatnya, brand sering terjebak dalam perang harga. Yang terlihat bukan lagi kualitas brand, cerita produk, atau keunggulan layanan, tetapi siapa yang paling murah dan paling banyak diskonnya.

Di sinilah website menjadi penting. Dengan website sendiri, bisnis bisa menampilkan identitas brand secara lebih kuat. Mulai dari desain, katalog produk, testimoni, halaman promo, artikel, hingga tombol pembelian atau WhatsApp bisa diatur sesuai kebutuhan bisnis.

Website Adalah Rumah Resmi Brand

Marketplace bisa dianggap seperti “mall digital”. Banyak toko berkumpul di satu tempat. Sedangkan website sendiri adalah “rumah resmi” milik brand.

Ketika customer masuk ke website, mereka hanya melihat brand Anda. Tidak ada produk kompetitor di sebelahnya. Tidak ada distraksi dari toko lain. Semua informasi bisa diarahkan untuk membangun kepercayaan dan mendorong customer melakukan pembelian.

Bagi brand kosmetik atau skincare, website bisa digunakan untuk menampilkan manfaat produk, bahan kandungan, cara pakai, sertifikasi, promo bundling, hingga edukasi customer. Untuk bisnis jasa, website bisa menampilkan layanan, portfolio, harga, testimoni, dan form konsultasi.

Menurut McKinsey, salah satu alasan brand membangun kanal direct-to-consumer adalah untuk memiliki hubungan langsung dengan customer, mendapatkan insight yang lebih dalam, dan mengontrol pengalaman brand.

Website dan Iklan Digital Saling Menguatkan

Website saja belum cukup jika tidak ada pengunjung. Karena itu, website perlu didukung dengan iklan digital seperti Google Ads, Meta Ads, Instagram Ads, atau TikTok Ads.

Alurnya sederhana:

Customer melihat iklan, lalu klik menuju website.
Di website, customer membaca informasi produk atau layanan.
Setelah tertarik, customer bisa checkout, mengisi form, atau langsung menghubungi WhatsApp.

Dengan cara ini, bisnis tidak hanya menunggu pembeli dari marketplace. Bisnis bisa aktif menarik calon customer dari iklan dan mengarahkannya ke website resmi.

Bukan Berarti Harus Meninggalkan Marketplace

Memiliki website sendiri bukan berarti harus meninggalkan marketplace. Keduanya bisa berjalan bersama.

Marketplace bisa digunakan untuk menjangkau pembeli yang sudah aktif mencari produk. Website digunakan untuk membangun brand, meningkatkan kepercayaan, mengumpulkan data customer, dan menjalankan campaign iklan yang lebih terarah.

Untuk brand yang ingin tumbuh jangka panjang, website bukan lagi sekadar pelengkap. Website adalah aset digital yang bisa menjadi pusat semua aktivitas promosi dan penjualan.

Forrester juga menekankan bahwa brand beauty yang ingin bersaing perlu memiliki website yang mampu memberikan pengalaman belanja yang baik dan menangkap informasi customer secara lebih bernilai.

Saatnya Bisnis Punya Website Sendiri

Tren brand yang mulai membuat website sendiri menunjukkan satu hal penting: bisnis yang ingin terlihat profesional perlu memiliki aset digital sendiri.

Marketplace adalah tempat berjualan.
Media sosial adalah tempat promosi.
Website adalah pusat kepercayaan bisnis.

Karyalokart membantu bisnis membangun website profesional yang bisa digunakan untuk company profile, katalog produk, landing page promosi, website tour & travel, website jasa, hingga integrasi WhatsApp dan iklan digital.

Jika bisnis Anda ingin terlihat lebih terpercaya dan siap mendapatkan customer dari internet, sekarang saatnya membangun website sendiri.

Karyalokart — Jasa Pembuatan Website dan Iklan Digital untuk Bisnis yang Ingin Tampil Lebih Profesional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya

market

Dulu, banyak bisnis merasa cukup hanya berjualan di marketplace. Produk diunggah, customer mencari, lalu transaksi terjadi...

ui ux

Di era digital saat ini, website bukan hanya sekadar halaman online untuk menampilkan informasi. Website sudah...

bisnis

Menjadi bos untuk diri sendiri memang terdengar keren, tapi realitanya, minggu-minggu awal merintis bisnis seringkali lebih...